DAMPAK SINETRON
A.
Pengertian Sinetron
Sinetron
merupakan suatu jenis tayangan sinema elektronik yang berisi tentang cerita fiktif,
yang kebanyakan saat ini mengangkat tema percintaan, seks, horor, kekerasan,
dan konflik. Sinetron-sinetron semacam ini sering memperagakan gaya hidup yang
cenderung penuh gengsi dan bentuk kehidupan yang jauh dari realita. Berkaitan
dengan pendidikan, yang paling dirugikan dari tayangan sinetron ini adalah para
siswa sekolah. Dan pada siswa sekolah, mereka seharusnya lebih fokus pada
pendidikan. Tetapi, dengan adanya sinetron yang tidak mengajarkan hal baik pada
para siswa, maka hal tersebut menjadi sangat merugikan dan terpengaruh pada
dampak negatif dari sinetron, ini dapat merusak prestasi, budaya, dan moral
bangsa. Ciri-ciri sinetron yang kurang mendidik diantaranya adalah bercerita
tentang seseorang yang penderitaan lahir batin, adanya tokoh antagonis dengan
akting yang berlebihan dan tidak wajar, memperlihatkan dan mengumbar kemewahan
duniawi.
B.
Contoh
Sinetron
1. Sinetron
yang mendidik
Keluarga Cemara, kisah sebuah keluarga
yang memilih hidup dengan hanya bermodalkan kejujuran. Keluarga yang amat sangat
sederhana terdiri atas Abah, kepala keluarga seorang penarik becak dan buruh
apa saja, Ema, seorang wanita yang membuat opak untuk dijajakan anak
perempuannya. Euis, si sulung yang kelas 6 SD, pernah mengalami masa jaya
orangtuanya sebagai pengusaha, Ara atau Cemara yang baru masuk taman
kanak-kanak, serta Agil, si bungsu.Kalau air mata bisa menjadi simbol
kebahagiaan inilah kisah itu.
2. Sinetron yang kurang mendidik
Ganteng-Ganteng Serigala yang
tayang di SCTV merupakan salah satu sinetron dengan rating tinggi. Walau
begitu, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyatakan bahwaGanteng-Ganteng Serigala termasuk tayangan yang tak layak untuk ditonton.
Baru-baru ini KPI memang telah merilis
daftar sinetron dan FTV bermasalah. Semua tayangan tersebut dianggap meresahkan
dan membahayakan anak-anak muda lantaran mengandung hal-hal yang tidak
mendidik.
Contoh pelanggaran yang disorot oleh KPI
ada bermacam-macam, misalnya tindak kekerasan fisik (memukul, membanting,
menusuk dengan pisau, mencekik), kekerasan verbal (menghina), tindakan bullying,
menampilkan adegan percobaan bunuh diri, adegan percobaan pemerkosaan, dan
masih banyak lagi.
C. Dampak Sinetron
a)
Dampak negatif
Dampak negatif pada sinetron yang kurang
mendidik diantaranya:
1) Dapat merusak moral dan watak para siswa,
Sebab dalam
cerita-cerita sinetron itu, sering kita lihat berbagai hal kurang baik seperti
kata-kata kasar, hidup bermewah-mewahan, mode pakaian yang tidak sopan serta
kisah percintaan.
2) Menjadi anak yang malas belajar
Anak yang sering
menonton sinetron, belajarnya kurang rajin dan nilai-nilainya kurang baik
daripada anak yang tidak sering menonton sinetron.
3) Para siswa jadi mempunyai sifat materialis & suka berangan-angan.
Mereka sering menirukan perbuatan pamer,
sombong, membantah orang.
b)
Dampak positif
Dampak positif sinetron yang mendidik diantaranya:
1. Mengajari anak berperilaku baik kepada siapapun
2. Menjadi anak yang patuh terhadap orang tua.
3. Menjadi anak yang rajin belajar agar impiannya dimasa mendatang akan
terwujud
D. Solusi
Pemerintah harus memaksimalkan perannya dalam mengontrol tayangan di
televisi seperti sinetron yang dapat membawa negatif yaitu merusak moral dan
menghancurkan generasi muda Indonesia. Pemerintah sebaiknya membatasi acara-acara
yang tidak bermanfaat, memberikan sanksi bagi yang melanggar.
