myscoutmyadventure

Senin, 04 April 2016

DAMPAK SINETRON
A.   Pengertian Sinetron
Sinetron merupakan suatu jenis tayangan sinema elektronik yang berisi tentang cerita fiktif, yang kebanyakan saat ini mengangkat tema percintaan, seks, horor, kekerasan, dan konflik. Sinetron-sinetron semacam ini sering memperagakan gaya hidup yang cenderung penuh gengsi dan bentuk kehidupan yang jauh dari realita. Berkaitan dengan pendidikan, yang paling dirugikan dari tayangan sinetron ini adalah para siswa sekolah. Dan pada siswa sekolah, mereka seharusnya lebih fokus pada pendidikan. Tetapi, dengan adanya sinetron yang tidak mengajarkan hal baik pada para siswa, maka hal tersebut menjadi sangat merugikan dan terpengaruh pada dampak negatif dari sinetron, ini dapat merusak prestasi, budaya, dan moral bangsa. Ciri-ciri sinetron yang kurang mendidik diantaranya adalah bercerita tentang seseorang yang penderitaan lahir batin, adanya tokoh antagonis dengan akting yang berlebihan dan tidak wajar, memperlihatkan dan mengumbar kemewahan duniawi.

B.   Contoh Sinetron
1.    Sinetron yang mendidik
Keluarga Cemara, kisah sebuah keluarga yang memilih hidup dengan hanya bermodalkan kejujuran. Keluarga yang amat sangat sederhana terdiri atas Abah, kepala keluarga seorang penarik becak dan buruh apa saja, Ema, seorang wanita yang membuat opak untuk dijajakan anak perempuannya. Euis, si sulung yang kelas 6 SD, pernah mengalami masa jaya orangtuanya sebagai pengusaha, Ara atau Cemara yang baru masuk taman kanak-kanak, serta Agil, si bungsu.Kalau air mata bisa menjadi simbol kebahagiaan inilah kisah itu.
2.    Sinetron yang kurang mendidik
Ganteng-Ganteng Serigala yang tayang di SCTV merupakan salah satu sinetron dengan rating tinggi. Walau begitu, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyatakan bahwaGanteng-Ganteng Serigala termasuk tayangan yang tak layak untuk ditonton.
Baru-baru ini KPI memang telah merilis daftar sinetron dan FTV bermasalah. Semua tayangan tersebut dianggap meresahkan dan membahayakan anak-anak muda lantaran mengandung hal-hal yang tidak mendidik.
Contoh pelanggaran yang disorot oleh KPI ada bermacam-macam, misalnya tindak kekerasan fisik (memukul, membanting, menusuk dengan pisau, mencekik), kekerasan verbal (menghina), tindakan bullying, menampilkan adegan percobaan bunuh diri, adegan percobaan pemerkosaan, dan masih banyak lagi.
                                                     
C.   Dampak Sinetron
a)    Dampak negatif
Dampak negatif pada sinetron yang kurang mendidik diantaranya:
1)    Dapat merusak moral dan watak para siswa,
Sebab dalam cerita-cerita sinetron itu, sering kita lihat berbagai hal kurang baik seperti kata-kata kasar, hidup bermewah-mewahan, mode pakaian yang tidak sopan serta kisah percintaan.
2)    Menjadi anak yang malas belajar
Anak yang sering menonton sinetron, belajarnya kurang rajin dan nilai-nilainya kurang baik daripada anak yang tidak sering menonton sinetron.
3)    Para siswa jadi mempunyai sifat materialis & suka berangan-angan.
Mereka sering menirukan perbuatan pamer, sombong, membantah orang.
b)    Dampak positif
Dampak positif sinetron yang mendidik diantaranya:
1.    Mengajari anak berperilaku baik kepada siapapun
2.    Menjadi anak yang patuh terhadap orang tua.
3.    Menjadi anak yang rajin belajar agar impiannya dimasa mendatang akan terwujud

D.   Solusi
Pemerintah harus memaksimalkan perannya dalam mengontrol tayangan di televisi seperti sinetron yang dapat membawa negatif yaitu merusak moral dan menghancurkan generasi muda Indonesia. Pemerintah sebaiknya membatasi acara-acara yang tidak bermanfaat, memberikan sanksi bagi yang melanggar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar